Bantuan Pemberdayaan Ekonomi Produktif Yayasan Gagas Mataram

IMG_20150408_174135

Kemiskinan merupakan dua sisi mata uang yang tidak akan pernah lepas dari kehidupan suatu bangsa, karena kemiskinan selalu berdampingan dengan kehidupan manusia. Permasalahan kemiskinan ini banyak sekali dibahas baik dalam Kitab Suci Al-Qur’an, UU negara maupun kebijakan pemerintah. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI), miskin diartikan sebagai suatu keadaan seseorang yang tidak mempunyai harta, serba kekurangan, berpenghasilan rendah. Sedangkan kemiskinan suatu situasi penduduk atau sebagian penduduk yang hanya dapat memenuhi makanan dan pakaian dan perumahan yang sangat diperlukan untuk memenuhi kehidupan yang minimum.

Pahitnya pengertian kemiskinan ini disebabkan oleh berbagai factor, salah satunya adalah pernikahan di usia anak atau yang lebih dikenal dengan pernikahan dini. Pernikahan dini, menyebabkan anak kehilangan masa depan karena harus putus sekolah dan sulit mendapatkan pekerjaan, disamping itu juga anak belum siap secara fisik dan psikologis.

 Berdasarkan survey yang dilakukan oleh yayasan Gagas mataram bekerjasama dengan LPAD Perigi, Ketangga, Pringgabaya Utara, dan Gunung Malang rata-rata anak yang menikah diusia anak menjadi tanggungan orang tua.  Oleh karena itu, yayasan Gagas Mataram memberikan dampingan dan pemberdayaan kepada anak-anak yang telah menikah di usia anak dan yang terdeteksi rentan akan menikah di usia anak di empat desa, dua kecamtan di kabupaten Lombok Timur.

Bantuan tersebut diberikan melalui program pendampingan dan pemberdayaan ekonomi produktif Yayasan Galang Anak Semesta (Gagas) Mataram . Dalam program ini yayasan Gagas tidak hanya memberikan bantuan dalam stimulan pendanaan, tetapi juga bantuan teknis dan pemberdayaan masyarakat melalui Lembaga Perlindungan Anak tingkat Desa (LPAD) yang diinisiasi oleh yayasan Gagas di empat desa di dua kecamatan di Kabupaten Lombok Timur. Prinsip yang diterapkan dalam pemberdayaan ini  adalah anak-anak yang sudah menikah di usia anak atau yang rentan menikah di usia anak menjadi subjek dalam setiap pengambilan keputusan untuk mengembangkan ekonomi produktif yang sesuai dan yang akan dilakukan di wilayahnya.

Dana bantuan pendampingan dan pembedayaan merupakan salah satu upaya Yayasan Galang Anak Semesta (Gagas) Mataram untuk meningkatkan pembangunan ekonomi produktif bagi anak-anak yang menikah diusia anak sekaligus pemberdayaan bagi anak-anak yang rentan menikah di usia anak yang berakibat putus sekolah . Pernyataan itu dilontarkan oleh deriktur Gagas Mataram Azhar Zaini dalam rapat koordinasi staf lapangan di kantor Gagas jalan Irigasi V Blok A No 5B, Kelurahan Taman Sari Mataram.

      Penyerahan bantuan diberikan secara simbolis oleh lembaga perlindungan anak desa ketangga ( Hajad Guna Roesmadi, S.H) yang didampingi oleh staf gagas kepada empat anak di desa Ketangga Kecamatan Suela Lombok Timur sebagai percontohan.

      Deriktur Gagas berharap dana pemberdayaan ekonomi sebesar Rp 1.500.000 per anak  itu dapat dimanfaatkan untuk membantu mengembangkan ekonomi melalui usaha kecil-kecilan seperti ternak kambing, jualan bakulan, jual pulsa, jual bensin, berdagang dan lain sebagainya yang diusulkan LPAD. “Tentunya terlebih dahulu melalui rapat bersama tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda setempat, agar pemanfataan bisa tepat sasaran,” ingatnya.

Bantuan tersebut diberikan kepada enam belas anak di empat desa yang menjadi focus binaan Galang Anak Semesta (Gagas) Mataram yakni desa Pergi, Ketangga, Gunung Malang, dan Pringgabaya Utara.