Bersama Masyarakat Gagas Membentuk Lembaga Perlindungan Anak Tingkat Desa

Jum’at  23  Januari 2015 Gagas Mataram bersama semua Unsur  Masyarakat umum, Toga, Tomas, Pemerintah  Desa,  Intansi Terkait, dan Polmas membentuk lembaga perlindungan anak tingkat desa.

Dalam pertemuan itu, bapak Zulkarnaen mewakili direktur Gagas menjelaskan kepada peserta tentang latar belakang mengapa  perlu di bentuk wadah yang dimaksudkan untuk melindungi anak, dan selanjutnya di permaklumkan kepada peserta bahwa kecamatan pringgabaya, ada 2 Desa  yang akan di jadikan sebagai percontohan tentang bagaimana meminimalisir permasalahan anak terutama masalah pernikahan dini. Beberapa hal yang di sampaikan sekretaris Galang Anak Semesta tersebut antara lain; Gagas telah melakukan penelitian tentang pernikahan dini di 2 kecamatan masing-masing 2 desa di kecamatan pringgabaya dan 2 Desa di kecamatan Suela, dan Desa Pringgabaya Utara salah satunya lokasi penelitian tentang pernikahan dini. Dalam penelitian di temukan sekitar 96 orang di 4 Desa tersebut telah melangsungkan pernikahan pada usia anak dan ironisnya sekitar 30 %  dari jumlah anak yang melangsungkan pernikahan memiliki akte nikah. Berarti dalam proses pernikahan tersebut telah terjadi manipulasi umur. mestinya KUA tidak boleh mengeluarkan akte nikah karena usia anak masih di bawah umur. Beberapa permasalahan inilah, sehingga GAGAS merasa perlu berbuat demi anak-anak yang akan menjadi generasi pernerus di masa mendatang. Merekalah yang akan menggantikan kita . oleh karena itu, mereka perlu di selamatkan, perlu di lindungi dari hal-hal yang bisa mengganggu pertumbuhan dan perkemabangannya. Selanjutnya dalam rangka menyatukan persepsi tentang hal tersebut Yayasan GAGAS telah melakukan sosialisasi tentang hak anak dan dampak pernikahan dini di tingkat kecamatan  dengan mengundang semua kepala Desa, Perwakilan kadus, Guru Pol PP dan Muspika. Gagas juga telah melakukan Workshop tingkat kecamatan tentang pencegahan dan penanganan pernikahan dini. Pertemuan atau musyawarah ini juga menindaklanjuti harapan kepala desa pringgabaya utara saat lokakarya di Kantor camat, agar sosialisasi di laksanakan di dusun-dusun supaya masyarakat tahu tentang dampak anak yang kawin pada usia dini. Sebagaimana undang-undang bahwa dibutuhkan keterlibatan/partisipasi masyarakat untuk ikut melindungi anak-anak. Salah satu caranya misalnya pembentukan lembaga perlindungan anak tingkat desa dan wadah ini nantinya akan banyak berperan untuk melakukan sosialisasi dalam rangka mencegah pernikahan dini.

Dalam melakukan sosialisasi, apabila wadah ini sudah terbentuk dan teman-teman pengurus mau mengundang dari kabupaten misalnya  BPPKB, bisa-bisa saja. Lembaga ini mengundang untuk di jadikan nara sumber atau misalnya mengundang KUA sebagai penceramah/pembicara. Setelah pembentukan wadah ini, pada waktunya GAGAS akan undang teman-teman pegurus untuk  pelatihan.