Diskusi Kampung Dusun Iting Desa Perigi Lombok Timur Dalam Upaya Pencegahan Pernikahan Usia Anak

Diskusi Kampung Dusun Iting Desa Perigi Dalam Upaya Pencegahan Pernikahan Usia Anak

Oleh Ikhsan Sanusi, S.H

Div. Bidang Pengembangan Pendidikan Gagas Foundation

 

 Kegiatan diskusi atau sosialisasi dalam upaya pencegahan pernikahan usia anak, yang diselenggarakan oleh kepala dusun Iting, LPA desa Perigi, LPAD Kabupaten Lombok Timur, dan Yayasan Galang Anak Semesta Mataram berlangsung dengan lancar. Kegiatan  diskusi kampung  ini sebelumnya pernah diadakan di dusun Limbungan dan Kuang Banyak yang merupakan rangkaian kegiatan sosialisasi dalam upaya pencegahan pernikahan usia anak oleh Gagas Foundation Mataram. Disamping itu, kegiatan ini berjalan dengan lancar dikarenakan pemerintah saat ini, sangat mendukung kegiatan dalam upaya pencegahan pernikahan usia anak. Pernikahan usia anak banyak merugikan baik pelaku maupun negara. Kigiatan ini diadakan untuk menyatukan persepsi tentang dampak serta faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya pernikahan usia anak, serta upaya-upaya apa saja yang harus kita lakukan dalam upaya pencegahan pernikahan usia anak yang sesuai dengan kultur daerah setempat.

Sebelum sosialisasi ditingkat dusun anggota LPAD dan tokoh masyarakat sudah mengikuti workshop dan sosialisasi di Aula kantor camat Suela dalam upaya pencegahan pernikahan usia anak. Kegiatan tersebut dihadiri oleh semua unsur seperti: Kapolres, KUA, UPTD, semua kepala desa, semua kepala sekolah, kepala dusun, LPA Kabupaten, toga, toma, dan pemuda. Dalam pertemuan itu banyak sekali masukan yang diberikan salah satunya yakni sosialisasi mengenai pencegahan pernikahan usia anak tidak hanya dilakukan di tingkat kecamatan namun harus dilakukan ditingkat desa bahkan sampai ke dusun. Menanggapi usulan tersebut, LPA Perigi bekerjasama dengan Yayasan Gagas Mataram dan LPAD Kabupaten melakukan sosialisasi ketingkat dusun. Sebelumnya LPA Perigi, Ketangga, Gunung Malang, dan Pringgabaya Utara sudah diberikan pelatihan mengenai teknis penanganan kasus dalam upaya pencegahan pernikahan usia anak.

Dalam kesempatan tersebut banyak hal yang disampaikan oleh ketua LPAD desa Perigi, bahwa permasalahan anak yang terjadi saat ini sangatlah banyak, salah satunya adalah pernikahan usia anak. Berdasarkan dari data yang disebutkan dikantor camat Suela pertahun 2013-2014 terdapat 115 anak yang telah menikah di usia anak di dua kecamatan yakni kecamatan Pringgabaya dan Suela. Dan dari 115 anak ada 90 anak yang berhasil ditemui dan dilakukan wawancara mendalam. Dari data tersebut didaerah kita ini juga masih banyak pernikahan anak yang terjadi, Oleh karena itu, melalui kesempatan ini saya menghimbau kepada semua lapisan masyarakat melakukan pencegahan pernikahan usia anak.” Ungkapnya”.

Di dalam pertemuan tersebut ada beberapa saran yang diusulkan oleh masyarakat setempat seperti: Tokoh masyarakat Iting (Saepul) menyarankan ditingkat dusun harus diadakan pelatihan hak-hak anak dan sanksi diberikan jika melanggal hal ini dikarenakan bahwa pengetahuan masalah anak masih sangat kurang terutama didaerah-daerah terpencil. Adapun BPD Iting (Huriah) menyarankan supaya LPAD kedepan harus rutin memberikan sosialisasi tentang dampak pernikahan usia anak yang sangat mergikan bagi masa depan anak. Sedangkan, Kepala Dusun Iting  (Murhan Budi) mengusulkan denda yang diberikan bagi anak-anak yang menikah di usia anak harus sama dengan desa Perigi, disamping itu harus ada anggaran dari desa untuk LPA desa Perigi dalam melakukan sosialisasi. Dari diskusi tersebut ada beberapa peraturan yang berhasil dibentuk dan disepakati dalam upaya pencegahan pernikahan usia anak diantaranya. 1). Awik-awik harus seragam dengan dusun yang lain. 2.) Awiq-awiq yang dibuat harus berat  ini ditujukan supaya dapan menekan atau meminimalisir pernikahan di usia anak. 3) Awiq-awiq tidak hanya materi namun berupa sanksi social. 4) Denda yang diberikan menimal satu juta rupiah. 5) Tidak boleh menikah di bawah tangan. 6) Jika terjadi pernikahan di bawah umur maka ada upaya pemisahan. 7) Apabila ada yang menikah di bawah umur maka sanksi social yang diberikan akan dikucilkan dari masyarakat.

Dari beberapa peraturan yang berhasil dibentuk, nantinya akan disempurnakan dan dipadukan dengan awiq-awiq yang ada di desa dan akan dilaksanakan oleh dusun Iting dan segenap masyarakat agar pernikahan usia anak bisa dicegah dan tidak meningkat dari tahun-tahun berikutnya. Ungkap Kepala Dusun Iting menutup Pertemuan tersebut .