JAMBORE ANAK BANGSA 2014

IMG_2380 copy
« of 24 »

“KATAKAN TIDAK PADA PERNIKAHAN USIA ANAK”

 

Jambore anak bangsa adalah salah satu program yang selalu ada setiap tahun di Galang anak semesta (Gagas) Mataram.Kegiatan yang dilaksanakan di kebun raya Suela pada tanggal 21-23 desember 2014 ini di ikuti oleh 94 peserta yang terdiri dari sepuluh sekolah binaan dan tiga sanggar anak beserta pendamping dari sanggar anak serta guru BK disekolah binaan.Pembukaan acara jambore dipandu langsung oleh fasilitator sebaya yang pernah ditunjuk di kantor UPTD Pringgabaya pada bulan oktober lalu, yakni Diki Wahyudi utusan dari SMAN 1 Suela dan Titin Yulastri Bastiana utusan SMA NW Perigi sebagai pembawa acara, Haikal Ahmad Nayayi pembacaan kalam ilahi dan Muh. Badrun utusan SMA NW Permatan pembacaan doa.Kegiatan jambore ini diaawali dengan pembacaan kalam ilahi yakni surat anisa ayat 26, yang menerangkan bahwa setiap orang dilarang meninggalkan generasi muda yang lemah. Berdasarkan surat ini deriktur gagas bapak Azhar Zaini memberikan sambutan bahwa salah satu penyebab generasi yang lemah seperti yang dimaksud ayat tersebut adalah pernikahan diusia anak, karena pernikahan di usia anak belum siap secara fisik, sosial, ekonomi, dan psikologis. Deriktur gagas menerangkan Ketidaksiapan fisik yang dimaksud misalnya apabila megandung dalam usia anak, maka antara bayi dan ibu memperebutkan zat besi yang ada dalam tubuh sang ibu, sehingga anak yang lahir nantinya mengalami kekurangan zat besi dan pada akhirnya menjadi anak yang mempunyai IQ yang rendah. Disamping itu,karena faktor eknomi dan psikologis menyebakan JUS dan DUS yakni janda usia sekolah dan duda usia sekolah. Dengan adanya jambore anak bangsa deriktur gagas menghimbau kepada semua peserta bahwa jambore anak bangsa diadakan supaya anak bisa mengenal lingkungan di luar serta dapat berbagi pengalaman kepada semua peserta tentang langkah-langkah pencegahan pernikahan usia anak. UPTD Suela menyambut baik kegiatan jambore anak bangsa, karena kegiatan seperti ini sekarang jarang sekali diadakan, beliau berharap dengan adanya jambore, terutama anak-anak yang ikut, nantinya sama-sama melakukan kampanye bersama di sekolah masing-masing supaya tidak menikah di usia anak, diharapkan bahwa anak-anak yang ikut jambore harus bisa sekolah bahkan sampai ke perguruan tinggi, dalam pidatonya juga pihak UPTD mengucapkan terimakasih banyak kepada yayasan galang anak semesta yang bersedia jauh-jauh datang dan merasa peduli, untuk memberikan pengertian kepada anak-anak di dua kecamatan ini tentang betapa pentingnya pendidikan dan bahayanya pernikahan di usia anak. Pihak UPTD pun akan terus mendukung kegiatan ini dan bersama-sama nantinya mengatasi permasalahan yang terjadi di sekolah khususnya permasalahan tentang anak. Selanjutnya perwakilan dari camat suela sekaligus membuka acara.Sebelum membuka acara pihak camat memberikan arahan bahwa kegiatan-kegiatan seperti ini terutama yang peduli tentang bagaimana pendidikan harus terus digerakkan harus selalu didukung dan dia berharap dengan adanya kegiatan/sosialisasi tentang pernikahan di usia anak berharap pernikahan yang sering terjadi di masyarakat baik di sekolah dapat berkurang. Beliapun berharap supaya setelah jambore anak bangsa yayasan anak bangsa kembali ke sekolah dan desa bahkan dusun untuk mengadakan sosialisasi tentang pernikahan di usia anak.