LPAD Kecamatan Pringgabaya dan Suela Lombok Timur: Pelatihan hak-hak anak dan Mekanisme Penanganan Kasus

IMG_4650

Zulkarnaen

Div. Pendampingan dan Pemberdayaan Gagas Mataram

 

Siang itu, Jumat 20 Februari 2015 sekitar pukul 11.00  pelatihan hak anak dan mekanisme penanganan kasus anak resmi dibuka oleh deriktur Gagas Azhar Zaini.

Pelatihan yang bertempat di pantai Tanjung Menangis Lombok Timur tersebut, dikuti oleh semua Lembaga Perlindungan anak tingkat desa yang sudah terbentuk di kecamatan Pringgabaya dan Suela. Disamping itu, dalam sambutan ketua LPA Kab. Lombok Timur (Judan Putrabaya, S.H) juga menambahkan bahwa kasus anak terutama pernikahan usia anak harus dilihat dari berbagai macam perspektif misalnya, anak yang dipaksa menikah diusia anak tanpa kemauanya sendiri, maka UU tidak bisa dikalahkan dan Negara berhak membela. Adapun, jika anak yang harus dinikahkan dengan suatu alasan. Disini, kasusnya berbeda dengan yang pertama dan penyelesaiannya agak sulit karena berbenturan dengan masyarakat. Namun, kita semua di LPAD yang sudah terbentuk ini tidak boleh memberikan suatu alasan kepada anak untuk melakukan pernikahan usia anak”. Ungkkapnya. Disamping itu, UU perlindungan anak yakni UU no 23 tahun 2002  dimana, setiap anak yang berumur 18 tahun harus mendapatkan pelindungan dari Negara. Oleh karena itu, Pernikahan yang sekarang ini harus berlangsung di KUA, hal ini adalah salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi atau mengatasi terjadinya pernikahan di usia anak.

Untuk kasus pekerja anak di Lombok Timur ada perda  tahun 2004,  anak-anak di bawah umur boleh dipekerjakan dengan syarat tidak boleh melebihi 4 jam, serta tidak berbahaya dan membahayakan. Perda ini juga sangat kontradiktif karena berbeda dengan pandangan  UU No 23 tahun 2002, karena harus mendahulukan kepentingan dan hak-hak anak. Disamping itu, terkait kasus anak yang paling penting kita menyelesaikan dengan musyawarah untuk mufakat”. Tambahnya.

LPAD dalam pelatihan ini dihimbau mengikuti kegiatan dengan serius sampai selesai, karena  nantinya akan diadakan study tour ke BPPKB  dan P2TP2A kabupaten Lombok Timur serta LPA Provensi terkait penganana kasus anak. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan supaya nantinya LPAD bisa bersenergi dengan pemangku kepentingan. Sebagai Tugas utama LPAD,  gagas akan memberikan bantuan pemberdayaan kepada adik-adik yang menjadi korban pernikahan usia anak dan melakukan sosialisasi ke setiap dusun terkait hak-hak anak dan dampak pernikahan usia anak. Karena, anak-anak adalah korban dari lingkungan social dari berbagai jenis, namun kita harus mengajak semua pihak untuk bersama-sama bertanggung jawab dan sadar pada hukum . Dengan mengedepankan penyadaran kepada masyarakat. Ungkap Direktur Gagas sebelum menutup sambutannya.