Penguatan Kapasitas; Gagas Memfasilitasi LPAD bertemu Kepala BPPKB dan P2TP2A Lotim

IMG_4771

Ikhsan Sanusi

Div. Pendidikan Yayasan Galang Anak Semesta (Gagas) Mataram

Sabtu 21 Februari 2015, LPAD melakukan kunjungan ke kantor BPPKB. Kegiatan yang  dipandu langsung oleh rekan-rekan Gagas dan ketua LPA Kabupaten Lombok Timur (Judan Putra Baya S.H.) mendapat sambutan yang positif. Penguatan kapasitas dalam rangka pelatihan hak anak dan mekanisme penanganan kasus yang diadakan oleh Yayasan Galang Anak Semesta (Gagas) Mataram ini bertujuan untuk membuka wawasan anggota LPAD yang sudah terbentuk dalam hal penaganan kasus anak. Sesampainya dilokasi peserta study tour terkait pemenuhan hak anak dan penanganan kasus disambut langsung oleh kepala BPPKB dan P2TP2A Kabupaten Lombok Timur (H.Suroto, S.Kep). Dalam sambutannya, kepala BPPKB memberikan banyak informasi kepada LPAD terkait penanganan kasus dan pemenuhan hak anak. Dimana, BPPKB dan P2TP2A sangat bersyukur dengan terbentuknya LPAD ini diharapkan nantinya dapat terus bergerak dan membantu pemerintah dalam upaya penanganan kasus anak. Disamping itu, kepala BPPKB dan P2TP2A sangat terbuka bagi rekan-rekan LPAD terkait masalah program dan informasi lainnya. Kepala BPPKB menginformasikan kepada rekan-rekan LPAD bahwa BPPKKB akan melakukan musrembang terkait malsalah permpuan dan anak. Hal ini, dilakukan untuk mengatasi pemasalahan perempuan dan anak yang marak terjadi di Lombok Timur. Dengan adanya musrembang ini, diharapkan nantinya perempuan dapat berkiprah dan menjadi wakil rakyat. Beliau juga berharap, LPAD yang sudah terbentuk bisa bekerjasama dan terus memperjuangkan hak-hak perempuan dan anak karena “perempuan bisa maju, jika tidak menikah di usia anak, adapun kekerasan yang terjadi diakibatkan adanya kesenjangan antara lelaki dan perempuan”. Ungkapnya. Ada dua kegiatan yang akan ditangani oleh BPPKB Lotim yakni masalah perempuan dan anak disamping itu juga masalah keluarga berecana. Untuk KB tujuan utamanya adalah mengajak masyarakat untuk menunda usia pernikahan serta mengajak masyarakat untuk merencanakan KB.

            Masalah anak dan perempuan dengan berbagai kasus yang terjadi di Lombok Timur terjadi karena ketidaksiapan seorang anak dalam merencanakan pernikahan, hal ini disebabkan karena anak belum siap baik secara fisik maupun psikologis. Ke depan dengan terbentuknya LPAD di setiap desa diharapkan mampu mengurangi kasus anak yang terjadi di Lotim sereta mampu memenuhi hak-hak perempuan dan anak. Pemerintah akan mendukung secara maksimal agar usaha pemenuhan hak anak dan kewajiban anak. Kepala BPPKB juga memberikan informasi jika suatu kasus terkait permpuan dan anak tidak dapat diselesaikan di tingkat kecamatan maka BPPKB bertugas mengatasi masalah tersebut dan juga menyediakan fasilitas bagi korban kekerasan perempuan dan anak.

 Di saat pertemuan itu juga, Direktur Gagas (Azhar Zaini) berharap, kedepannya empat LPAD yang sudah terbentuk di dua kecamatan (Pringgabaya dan Suela) ini, mempunyai pengetahuan lebih dalam menagani kasus di desa. Beliau juga menyatakan bahwa Gagas hanya mencoba menggagas, dan terus mengawal LPAD yang sudah terbentuk, nantinya dapat mendeteksi kasus-kasus yang terjadi di desa yang tidak terlaporkan sehingga, mampu menggambarkan kejadian yang lebih rill terjadi di desa maupun masyarakat". Ungkapnya. Direktur Gagas juga mengharapkan LPAD yang sudah terbentuk dilibatkan dalam kegiatan BPPKB untuk saling memberikan kontribusi timbal balik dalam masalah pemenuhan hak-hak perempuan dan anak.